Libatkan Masyarakat dan Mahasiswa KKN, “Jambesari Fashion Carnaval” ala Desa Jambesari berlangsung meriah

Foto peserta karnaval
Foto peserta karnaval

Jambesari- Jambesari Fashion Carnaval menjadi acara puncak dari serangkaian kegiatan agustusan di Desa Jambesari. 36 RT ikut menjadi peserta karnaval yang dilaksanakan Jumat kemarin, bertepatan dengan HUT RI yang ke 73 (17/8/2018).

Melibatkan teman-teman mahasiswa KKN dari Universitas Jember dan STIE Mandala sebagai panitia pelaksana, acara karnaval yang baru pertama kali dilaksanakan di Desa Jambesari tersebut berlangsung meriah. Farid selaku ketua panitia menjelaskan bahwa antusias warga masyarakat terhadap kegiatan karnaval ini diluar prediksi panitia.

“Karena baru pertama kali diadakan kami hanya berharap 50-60 % antusias masyarakat, ternyata alhamdulillah berkat kerjasama RT, Kasun, Perangkat Desa, Kepala Desa, antusias warga diluar prediksi kami. Antusiasnya tinggi sekali” Jelas Farid

Septi selaku salah satu mahasiswa KKN dari Universitas Jember menjelaskan bahwa selain menjadi panitia pelaksana, mahasiswa KKN juga dilibatkan sebagai peserta karnaval.

“Kalau kita disini membantu dibagian teknis lapangan juga membantu sebagai partisipan, seperti ikut memeriahkan juga” Ungkap Septi.

Mujiono selaku koordinator Desa KKN STIE Mandala “Kita bukan panitia inti, kita cuman panitia pelaksana saja.”

Acara yang dimulai pukul 12.30 dengan rute awal karnaval dimulai dari Dusun Karang Malang dan berakhir di Balai Desa Jambesari membuat jalanan di sepanjang Balai Desa Jambesari macet. Polsek Jambesari Darus Sholah bersama perangkat desa dan panitia bekerjasama mengatur lalu lintas kendaraan pawai peserta dan masyarakat.

“Kami selaku panitia memang menyadari banyak sekali kekurangan terutama hal masalah lalu lintas. Kami yang awalnya start di rumah Kasun Karang Malang, tapi ternyata masih agak lewat karena semrawutnya pengaturan lalu lintas.” Tutur Farid.

Terlepas semrawutnya pengaturan lalu lintas, Jambesari Fashion Carnaval sukses menghibur peserta dan warga masyarakat Jambesari.

Muhammad Nur Affandi selaku peserta pawai dari RT.27 “Perlu diadakan lagi karena menghibur warga masyarakat.”

Seluruh peserta pawai sukses menarik perhatian masyarakat. Kelima Dusun yakni Dusun Krajan, Dusun Gabugan, Dusun Karang Malang, Dusun Angsanah, Dusun Bediana tampil apik menggunakan kostum unik yang terbuat dari bahan bekas dan pakaian adat dari beberapa provinsi di Indonesia. (kal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas